Perbedaan itu (tidak selalu) indah. Part 13
Part 13.
Karena kesibukan masing-masing, mereka tidak bisa bertemu selama seminggu. Bagi kalian mungkin seminggu itu hanya sebentar, tapi bagi cowok asal Bekasi ini seminggu terasa lama, seperti setengah bulan dibagi dua.
Jadi saat memiliki waktu luang, mereka memutuskan untuk bertemu kembali & kali ini justru sang perempuan yang mengajak untuk bertemu di sebuah studio foto. Lho, kenapa di studio foto? Kenapa bukan di museum atau rumah sakit bersalin saja?
Jadi, entah kebetulan atau tidak, si cowok ini mempunyai seorang teman yang kekasihnya seorang perempuan & kekasihnya ini adalah rekan kerja dari si perempuan tadi. Apakah kalian bingung?
Jadi begini, si cowok asal Bekasi ini punya teman, cowok juga, yang berprofesi sebagai juru foto, nah si juru foto itu memiliki kekasih, seorang perempuan, yang bekerja sebagai awak kabin di sebuah maskapai penerbangan, nah kekasihnya sang juru foto ini adalah rekan kerja dari perempuan yang sedang didekati oleh si cowok Bekasi ini. Gitu lho..
Jadi, saat si juru foto mendapat pekerjaan memotret di sebuah studio foto di daerah Ampera Jakarta Selatan, sang juru foto ini mengajak kekasihnya, si kekasih mengajak temannya dan temannya mengajak cowok yang sedang dekat dengan dia untuk datang. Apakah kalian bingung?
Jadi begini, sang juru foto ini bekerja mengajak kekasihnya, yang kebetulan sedang libur untuk menemaninya, nah kekasihnya ini, agar tidak bete lalu mengajak teman perempuannya untuk menemani dia, nah temannya ini kemudian mengajak seorang cowok tampan asal Bekasi untuk datang & ikut bergabung dengan mereka. Gitu lho..
Siang itu, jam 12 lewat 7 menit, saat si cowok hendak berangkat menuju lokasi yang sudah disepakati, ia mendapatkan pesan dari si perempuan di ponselnya
Kak, aku berangkat ya sama temenku naek mobilnya dia, kamu ati-ati naek motornya, sampai ketemu di sana.. love you..
Tolong tulisan 'love you' nya jangan diambil hati, karena itu hanya karangan si penulis saja, agar si cowok dalam cerita ini jadi lebih bersemangat dalam perjalanan.
Iya de, sampai ketemu di sana, jawab si cowok sambil tersenyum penuh kemenangan, seperti habis menang lomba tujuh belasan di RT nya.
Perjalanan dari Bekasi menuju daerah Ampera Jakarta Selatan siang itu cukup lengang, tapi entah kenapa agak macet di beberapa tempat, gara-gara banyak kendaraan yang berhenti saat lampu lalu lintas berwarna merah.
Untuk pertemuan kali ini, si cowok tidak naik motor metik yang ada helm di bagasinya, tapi naik motor bebek berkopling yang juga dia pakai saat pertemuan pertama, karena dia tahu perempuan yang dia temui ini naik mobil bersama temannya, jadi tidak harus membawa 1 helm lagi.
Tidak lupa dia menyiapkan sebuah kaos cadangan yang dia taruh di tas punggungnya, untuk berjaga-jaga jika nanti kaos yang dia pakai basah terkena keringat. Wajar jika berkeringat, karena siang begitu panas, sedangkan badannya tertutup rapat dari atas sampai bawah, dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Bagian atas, dia menggunakan helm full face berlogo SNI, yang merknya terdiri dari 3 huruf itu untuk melindungi seluruh bagian kepalanya, ditambah masker rumah sakit untuk menutupi hidung dan mulutnya, jadi jika dari depan yang terlihat cuma bagian matanya saja, itupun jika dia melek.
Berikutnya bagian tengah, lapisan pertama paling dalam yang melekat di badannya adalah kaos, yang biasanya merupakan pemberian dari orang yang meminta bantuan dia untuk mempromosikan produknya.
Lapisan kedua adalah jaket, yang dia beli di toko pakaian dekat rumahnya, kebanyakan berwarna abu-abu & setiap jaket miliknya memiliki penutup kepala dan bagian depannya memiliki sleting, yang saat dia naik motor disletingin sampai atas hingga mencekik leher, agar angin tidak masuk ke tubuhnya.
Lapisan berikutnya adalah pelindung dada, dari bahan kulit imitasi yang biasa dijual di pinggir jalan, bersama kaca spion, kaca helm & jas hujan sepuluh ribuan, yang jangankan bisa melindungi kita dari air hujan, ditiup sedikit saja sudah robek.
Pelindung dada ini dia pakai untuk melindungi dadanya dari angin, jika malam dipakai di dalam jaket & jika siang, karena panas dipakai di luar jaket.
Sementara bagian tangan, dia memakai sarung tangan yang menutupi hingga semua jari-jarinya dan bagian kaki memakai sepatu hingga menutupi mata kaki.
Setelah bermotor selama 2 kali 45 menit, si cowok akhirnya sampai juga di tempat yang telah ditentukan, sebuah rumah dengan halaman yang luas, dengan sebuah pos penjaga di depannya.
Aku dah sampe nih, kamu di mananya?
Si cowok mengirimkan pesan pada si perempuan.
Masuk aja kak, ini aku di dalem. Bilang aja ke satpamnya mau ke studio foto.
Jawab sang perempuan.
Setelah memarkir motornya dan meminta izin satpam, dia masuk ke dalam rumah, terlihat banyak ruangan di dalamnya, dengan beberapa meja kerja dan komputer di atasnya, sepertinya rumah besar ini juga berfungsi sebagai kantor, tapi entah mengapa orangnya tidak ada semua, mungkin sudah pindah ke Meikarta.
Di bagian belakang rumah, ada halaman yang cukup luas, kira-kira seluas 2 buah lapangan futsal, tapi tidak ada gawangnya.
Selain 2 buah 'lapangan futsal' tadi, juga ada sebuah kolam renang, yang bentuknya mirip kolam renang di sinetron Mermaid.
Tak jauh dari kolam renang Mermaid tadi, ada sebuah bangunan, nah bangunan tadi adalah sebuah toilet, studio fotonya ada di depannya.
Hai kak, kamu nyasar ngga? Tanya seorang perempuan yang berjalan menuju ke arahnya.
Engga dong, kan ada google map.. jawab sang cowok.
Mereka berdua masuk ke dalam studio dan menyapa teman mereka, sang juru foto terlihat sedang mempersiapkan peralatan memotretnya, sedangkan kekasihnya sedang merias sang model fotonya, seorang perempuan, bersama suami & seorang anaknya yang masih kecil.
Hingga malam menjelang, kedua teman mereka terlihat masih sibuk bekerja & karena takut menganggu pekerjaan mereka, si cowok Bekasi ini mengajak sang perempuan keluar studio untuk makan malam, karena kebetulan ada penjual sate di dekat situ. Setelah makan malam, mereka kembali ke rumah tersebut, tidak masuk ke dalam studio fotonya, tapi lebih memilih untuk duduk-duduk di dekat kolam renang.
Di gelapnya malam, ditemani cahaya temaram lampu taman yang tidak menyala & suara jangkrik 3 ekor, mereka duduk bersebelahan di samping kolam renang, terlihat sang perempuan menyandarkan kepala di bahu si cowok dan si cowok terlihat kegirangan.
Rejeki anak soleh nih, ucapnya dalam hati.
Kak...
Iya de...
Biarpun kamu tuh ngeselin, tapi gatau kenapa, aku seneng kalo ada deket kamu. Aneh aja gitu aku sama kamu, kalo cowok-cowok laen sering muji aku cantik, tapi kamu ngga pernah, kamu kadang bikin marah, tapi kadang bikin ketawa, padahal ngga lucu-lucu amat, ketolong aja sama wajah kamu yang tampan itu.
Si cowok hanya tertawa mendengar ucapan sang perempuan, karena bagian terakhir dari ucapan sang perempuan adalah kebohongan publik. Iya, kalimat terakhir dari perempuan di sebelahnya itu adalah pesanan dia pada si penulis agar kata-katanya dimodifikasi.
Mungkin karena terbawa suasana malam yang memang sepi, saat mereka duduk berdua & mengobrol dekat kolam renang Mermaid, dengan kepala sang perempuan yang bersandar di pundaknya hingga wajahnya saling berdekatan, si cowok nekad untuk mengecup bibir sang perempuan.
Bersambung...
Karena kesibukan masing-masing, mereka tidak bisa bertemu selama seminggu. Bagi kalian mungkin seminggu itu hanya sebentar, tapi bagi cowok asal Bekasi ini seminggu terasa lama, seperti setengah bulan dibagi dua.
Jadi saat memiliki waktu luang, mereka memutuskan untuk bertemu kembali & kali ini justru sang perempuan yang mengajak untuk bertemu di sebuah studio foto. Lho, kenapa di studio foto? Kenapa bukan di museum atau rumah sakit bersalin saja?
Jadi, entah kebetulan atau tidak, si cowok ini mempunyai seorang teman yang kekasihnya seorang perempuan & kekasihnya ini adalah rekan kerja dari si perempuan tadi. Apakah kalian bingung?
Jadi begini, si cowok asal Bekasi ini punya teman, cowok juga, yang berprofesi sebagai juru foto, nah si juru foto itu memiliki kekasih, seorang perempuan, yang bekerja sebagai awak kabin di sebuah maskapai penerbangan, nah kekasihnya sang juru foto ini adalah rekan kerja dari perempuan yang sedang didekati oleh si cowok Bekasi ini. Gitu lho..
Jadi, saat si juru foto mendapat pekerjaan memotret di sebuah studio foto di daerah Ampera Jakarta Selatan, sang juru foto ini mengajak kekasihnya, si kekasih mengajak temannya dan temannya mengajak cowok yang sedang dekat dengan dia untuk datang. Apakah kalian bingung?
Jadi begini, sang juru foto ini bekerja mengajak kekasihnya, yang kebetulan sedang libur untuk menemaninya, nah kekasihnya ini, agar tidak bete lalu mengajak teman perempuannya untuk menemani dia, nah temannya ini kemudian mengajak seorang cowok tampan asal Bekasi untuk datang & ikut bergabung dengan mereka. Gitu lho..
Siang itu, jam 12 lewat 7 menit, saat si cowok hendak berangkat menuju lokasi yang sudah disepakati, ia mendapatkan pesan dari si perempuan di ponselnya
Kak, aku berangkat ya sama temenku naek mobilnya dia, kamu ati-ati naek motornya, sampai ketemu di sana.. love you..
Tolong tulisan 'love you' nya jangan diambil hati, karena itu hanya karangan si penulis saja, agar si cowok dalam cerita ini jadi lebih bersemangat dalam perjalanan.
Iya de, sampai ketemu di sana, jawab si cowok sambil tersenyum penuh kemenangan, seperti habis menang lomba tujuh belasan di RT nya.
Perjalanan dari Bekasi menuju daerah Ampera Jakarta Selatan siang itu cukup lengang, tapi entah kenapa agak macet di beberapa tempat, gara-gara banyak kendaraan yang berhenti saat lampu lalu lintas berwarna merah.
Untuk pertemuan kali ini, si cowok tidak naik motor metik yang ada helm di bagasinya, tapi naik motor bebek berkopling yang juga dia pakai saat pertemuan pertama, karena dia tahu perempuan yang dia temui ini naik mobil bersama temannya, jadi tidak harus membawa 1 helm lagi.
Tidak lupa dia menyiapkan sebuah kaos cadangan yang dia taruh di tas punggungnya, untuk berjaga-jaga jika nanti kaos yang dia pakai basah terkena keringat. Wajar jika berkeringat, karena siang begitu panas, sedangkan badannya tertutup rapat dari atas sampai bawah, dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Bagian atas, dia menggunakan helm full face berlogo SNI, yang merknya terdiri dari 3 huruf itu untuk melindungi seluruh bagian kepalanya, ditambah masker rumah sakit untuk menutupi hidung dan mulutnya, jadi jika dari depan yang terlihat cuma bagian matanya saja, itupun jika dia melek.
Berikutnya bagian tengah, lapisan pertama paling dalam yang melekat di badannya adalah kaos, yang biasanya merupakan pemberian dari orang yang meminta bantuan dia untuk mempromosikan produknya.
Lapisan kedua adalah jaket, yang dia beli di toko pakaian dekat rumahnya, kebanyakan berwarna abu-abu & setiap jaket miliknya memiliki penutup kepala dan bagian depannya memiliki sleting, yang saat dia naik motor disletingin sampai atas hingga mencekik leher, agar angin tidak masuk ke tubuhnya.
Lapisan berikutnya adalah pelindung dada, dari bahan kulit imitasi yang biasa dijual di pinggir jalan, bersama kaca spion, kaca helm & jas hujan sepuluh ribuan, yang jangankan bisa melindungi kita dari air hujan, ditiup sedikit saja sudah robek.
Pelindung dada ini dia pakai untuk melindungi dadanya dari angin, jika malam dipakai di dalam jaket & jika siang, karena panas dipakai di luar jaket.
Sementara bagian tangan, dia memakai sarung tangan yang menutupi hingga semua jari-jarinya dan bagian kaki memakai sepatu hingga menutupi mata kaki.
Setelah bermotor selama 2 kali 45 menit, si cowok akhirnya sampai juga di tempat yang telah ditentukan, sebuah rumah dengan halaman yang luas, dengan sebuah pos penjaga di depannya.
Aku dah sampe nih, kamu di mananya?
Si cowok mengirimkan pesan pada si perempuan.
Masuk aja kak, ini aku di dalem. Bilang aja ke satpamnya mau ke studio foto.
Jawab sang perempuan.
Setelah memarkir motornya dan meminta izin satpam, dia masuk ke dalam rumah, terlihat banyak ruangan di dalamnya, dengan beberapa meja kerja dan komputer di atasnya, sepertinya rumah besar ini juga berfungsi sebagai kantor, tapi entah mengapa orangnya tidak ada semua, mungkin sudah pindah ke Meikarta.
Di bagian belakang rumah, ada halaman yang cukup luas, kira-kira seluas 2 buah lapangan futsal, tapi tidak ada gawangnya.
Selain 2 buah 'lapangan futsal' tadi, juga ada sebuah kolam renang, yang bentuknya mirip kolam renang di sinetron Mermaid.
Tak jauh dari kolam renang Mermaid tadi, ada sebuah bangunan, nah bangunan tadi adalah sebuah toilet, studio fotonya ada di depannya.
Hai kak, kamu nyasar ngga? Tanya seorang perempuan yang berjalan menuju ke arahnya.
Engga dong, kan ada google map.. jawab sang cowok.
Mereka berdua masuk ke dalam studio dan menyapa teman mereka, sang juru foto terlihat sedang mempersiapkan peralatan memotretnya, sedangkan kekasihnya sedang merias sang model fotonya, seorang perempuan, bersama suami & seorang anaknya yang masih kecil.
Hingga malam menjelang, kedua teman mereka terlihat masih sibuk bekerja & karena takut menganggu pekerjaan mereka, si cowok Bekasi ini mengajak sang perempuan keluar studio untuk makan malam, karena kebetulan ada penjual sate di dekat situ. Setelah makan malam, mereka kembali ke rumah tersebut, tidak masuk ke dalam studio fotonya, tapi lebih memilih untuk duduk-duduk di dekat kolam renang.
Di gelapnya malam, ditemani cahaya temaram lampu taman yang tidak menyala & suara jangkrik 3 ekor, mereka duduk bersebelahan di samping kolam renang, terlihat sang perempuan menyandarkan kepala di bahu si cowok dan si cowok terlihat kegirangan.
Rejeki anak soleh nih, ucapnya dalam hati.
Kak...
Iya de...
Biarpun kamu tuh ngeselin, tapi gatau kenapa, aku seneng kalo ada deket kamu. Aneh aja gitu aku sama kamu, kalo cowok-cowok laen sering muji aku cantik, tapi kamu ngga pernah, kamu kadang bikin marah, tapi kadang bikin ketawa, padahal ngga lucu-lucu amat, ketolong aja sama wajah kamu yang tampan itu.
Si cowok hanya tertawa mendengar ucapan sang perempuan, karena bagian terakhir dari ucapan sang perempuan adalah kebohongan publik. Iya, kalimat terakhir dari perempuan di sebelahnya itu adalah pesanan dia pada si penulis agar kata-katanya dimodifikasi.
Mungkin karena terbawa suasana malam yang memang sepi, saat mereka duduk berdua & mengobrol dekat kolam renang Mermaid, dengan kepala sang perempuan yang bersandar di pundaknya hingga wajahnya saling berdekatan, si cowok nekad untuk mengecup bibir sang perempuan.
Bersambung...
aduuuhh bang kebanyakan basa basi nya disiniiii
BalasHapusYuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
BalasHapusDalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
Yang Ada :
TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
Sekedar Nonton Bola ,
Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
Website Online 24Jam/Setiap Hariny
MGM Resorts, LLC: Casino, Resort, Spa & Resort
BalasHapusMGM Resorts, LLC is 과천 출장안마 a Private Limited managed corporation, 여주 출장마사지 incorporated on 나주 출장마사지 December 22, 2019 in 성남 출장마사지 New London, England, United 광주광역 출장마사지 States.