Perbedaan itu (tidak selalu) indah. Part 14

Part 14.


Kamu ngapain kak?  Tanya si perempuan.

Si cowok gugup bukan main, wajahnya memerah, bukan memerah karena baru selesai mengikuti acara color run, tapi memerah karena panik. Dia panik saat ditanya apa maksud dari kelakuannya tadi, yang nekat menempelkan bibirnya ke bibir perempuan di depannya ini.

Si cowok panik dan hanya bisa terdiam dengan wajah yang masih kemerahan, tapi sekarang sudah agak keunguan, begitupun dengan sang perempuan, masih terlihat diam, setia menunggu jawaban keluar dari mulut si cowok.
Sekitar 2 setengah menit mereka terdiam tanpa berkata sepatah katapun, hanya mata mereka saja yang saling tatap, mata si perempuan menatap tajam ke mata si cowok, dan mata si cowok juga menatap tajam, ke arah lain, karena dia bingung tidak tahu harus berbuat apa.

Saat mereka saling terdiam dan saling menatap di kesunyian malam itu, lampu taman masih saja belum menyala, entah memang rusak, entah tidak dinyalakan, atau entah memang lampunya dicolong sang penjaga rumah, untuk ditaruh di kandang  ayam miliknya.
Sementara itu, 3 ekor jangkrik yang sejak tadi berbunyi bersahut-sahutan, kini hanya tersisa 1, karena jangkrik yang 1 sayapnya kram, dan jangkrik yang 1 lagi terlihat sibuk mengolesi balsem ke sayap temannya yang kram tadi..

Haduuuh, tadi gw ngapain sih, aneh banget dah gw pake nyium-nyium segala. Dia udah melotot, tinggal nunggu digampar aja nih gw, musti siap-siap betadine sama perban setengah meter nih. Pasrah aja dah gw, pasaraaah !  Ucap si cowok dalam hati, tentang kejadian yang dialaminya tadi.


Saat mereka berdua masih saling terdiam, sekonyong-konyong turunlah hujan.
Aduh, sepertinya kata sekonyong-konyong tidak cocok ditulis blog ini, karena terdengar janggal untuk didengar dan diucapkan, jadi bagaimana kalau kita ganti saja dengan kata tiba-tiba? Apakah kalian setuju?

Saat mereka berdua masih saling terdiam, tiba-tiba turunlah hujan.
Nah benar kan? Apa saya bilang tadi? Kata tiba-tiba itu terdengar lebih gurih dibanding kata sekonyong-konyong !
Tiba-tiba hujan turun dari langit, memang tidak terlalu deras, tapi jika dalam 4 jam masih di situ, pasti mereka berdua basah kuyup, apalagi si cowok, karena tidak memakai beha, jika kaosnya basah, bisa dipastikan pentilnya akan nyeplak !

Kak, masuk yuk kak, ujan nih,  kalo di sini terus kita bisa kebasahan, masuk ke dalem ajalah, sekalian liatin yang lagi poto-poto.
Sang perempuan akhirnya membuka pembicaraan, bangkit dari tempat duduknya dan mengajak masuk si cowok sambil menggandeng tangannya.
Seperti biasa, bagian tulisan 'si cowok digandeng' ini hanyalah fiktif semata, jadi kalian para pembaca tolong jangan menganggap ini terlalu serius.

Iya, kita masuk aja ke dalem, kalo di sini terus bisa keujanan ! Jawab si cowok dengan yakin, karena takut pentilnya nyeplak.


Mereka berduapun masuk ke dalam untuk berteduh, sekaligus melihat proses pengambilan foto yang dilakukan oleh teman mereka.

Kalian makan di mana? Makan apa tadi?

Tanya teman si perempuan, saat melihat mereka buru-buru masuk ruangan karena hujan.

Makan sate di depan, tinggal jalan kaki dikit, keluar belok kiri, langsung aja, ngga usah nunggu lampu ijo, soalnya belok kiri boleh langsung.

Si cowok asal Bekasi ini langsung menjawab dan berharap mendapat kelucuan dari jawabannya tadi, tapi dia lupa, jika dia cuma diberkahi Tuhan wajah tampan, bukan bakat untuk melucu.

Setelah proses pengambilan foto selesai, kedua temannya ini hendak pulang, tapi sebelum pulang mereka berniat untuk makan malam terlebih dahulu dan mengajak makan dulu di Blok M Square. Sebenarnya si cowok Bekasi & si perempuan ini sudah kenyang, tapi ya siapa takut.

Akhirnya mereka berempat berangkat menuju arah blok M, si cowok naik motor sendirian, sedangkan perempuan yang dia cium tadi naik mobil, bertiga dengan kedua temannya.
Sebenarnya si perempuan berniat ikut naik motor, tapi karena si cowok ini tidak membawa helm lain, jadi dia ikut naik mobil bersama kedua temannya. Lagipula cuaca saat itu agak gerimis, jika dia memaksakan untuk dibonceng naik motor tanpa helm, bisa-bisa kepalanya dia pusing pala barbie.

Saat dalam perjalanan naik motor sendirian, si cowok bertanya-tanya dalam hati:
"Perempuan yang dia cium tadi marah tidak ya? Atau justru merasa tersanjung ya? Tersanjung karena dicium oleh pria tampan, yang sekilas mirip tokoh utama di film Hercules".
Ya benar, Hercules anak dewa Zeus yang sering nongkrong di Tanah Abang itu.
Tapi, apapun alasannya, dia merasa beruntung, karena sampai detik ini tangan si perempuan belum melayang ke pipi kirinya. Iya pipi kiri, karena jika si perempuan ini kidal, maka yang ditampar adalah pipi kanannya.

Hingga sampailah mereka berempat di kuliner malam Blok M Square, setelah memilih tempat makan & tempat duduk yang dirasa cocok, mereka berempat duduk berhadapan, si juru foto duduk bersebelahan dengan kekasihnya, sementara si cowok Bekasi duduk di depannya, duduk bersebelahan dengan kekasihnya,  mirip-mirip kencan ganda jika meminjam istilah jaman sekarang, atau double date jika meminjam istilah bahasa Inggrisnya.

Oh iya maaf, si cowok Bekasi ini bukan duduk bersebelahan dengan kekasihnya, tapi dengan perempuan yang semoga saja coming soon menjadi kekasihnya.

Coming soon, udah disoon tapi ngga coming-coming.



Bersambung..




Komentar