Perbedaan itu (tidak selalu) indah part 12

part 12.

Si cowok Bekasi ini pulang dengan motornya sambil senyum-senyum sendiri, karena dia merasa, sepertinya hubungan dia dengan sang perempuan cantik yang hendak mambawa kabur helmnya tadi akan berlanjut lebih jauh.

Perjalanan pulangnya dari Jakarta Selatan menuju Bekasi, yang jika malam hari memakan waktu 1 jam 30 menit, tapi karena dijalani dengan hati yang riang gembira, kini bisa dia tempuh hanya dalam waktu 1 jam 34 menit.
Iya, bertambah 4 menit, dikarenakan harus mampir ke pom bensin & mengisi bensin motornya terlebih dahulu.

Dia tahu perjalanan pulangnya ke Bekasi lumayan jauh, tapi tidak harus naik roket seperti yang orang Jakarta sering bilang, karena pakai motorpun bisa sampai Bekasi, jadi lebih baik meluangkan waktu beberapa menit untuk mengisi bensin, daripada nanti kehabisan bensin di tengah perjalanan dan harus mendorong motornya belasan kilometer, bukan tidak mungkin betisnya varises semua atau malahan jari kakinya jadi jempol semua.

Di tengah perjalanan pulang, kantong celananya bergetar, bukan karena habis nonton film dewasa, tapi karena ada pesan masuk ke handphonenya.
Si cowok menepi sebentar, memberhentikan motornya di pinggir jalan untuk membuka handphonenya, dan benar saja, ada pesan WhatsApp masuk, dari siapa lagi kalau bukan dari perempuan yang dia temui & harus berpisah di tengah jalan tadi.

Udah sampe kak? Kalo belom ati-ati ya, kabarin aku kalo udah sampe rumah, ntar kita telponan lagi. 

Begitu kira-kira pesan dari si perempuan. Tanpa perlu menunggu lama, si cowok membalas.

Iya de, nanti aku kabarin kalo udah sampe rumah..


Dan perjalanan pulang ke Bekasi-pun bertambah setengah menit karena dia berhenti, membaca & membalas pesan WhatsApp terlebih dahulu.
Tapi biarpun perjalanan bertambah setengah menit, dia tidak keberatan, karena hatinya sedang gembira.

Aku dah sampe rumah nih, kamu dah tidur belom?

Begitu isi pesan WhatsApp si cowok ini saat dia sudah sampai di rumah, ke perempuan yang diajaknya makan gultik tadi.

Belom kak, kan aku nungguin kamu, perasaanku ngga tenang kalo kamu belom sampe di rumah..

"Perasaan ngga tenang gimana ya maksudnya? Ngga tenang karena takut gw dibegal, atau ngga tenang karena takut gw nyangkut di kosan cabe-cabean?" Tanya si cowok dalam hati.

Tapi apapun alasannya, si cowok ini senang, karena mendapatkan perhatian dari perempuan yang membuat hari-hari dia menjadi bersemangat, karena memberi dia uang untuk membeli Kratingdaeng & mogu-mogu kelapa, karena mogu-mogu leci agak kecut, seperti ketiaknya Donald Trump.

De, kamu udah ngga sibuk kan? Aku telepon ya?

Iya kak, telepon aja, kebetulan aku abis ngisi pulsa nih.

Si perempuan mencoba melucu. Si cowok yang mau menelepon & berkorban pulsa, tapi kenapa dia yang isi pulsa? Padahal mengangkat telepon itu tidak memakai pulsa, hanya modal jempol saja, tapi kalau jempolnya keseleo ya bisalah dioles remason sedikit.
Seperti biasanya, sebelum melakukan panggilan telepon, si cowok tidak lupa untuk mendaftarkan paket telepon provider mahal itu dengan cara: ketik TM <spasi> ON lalu dikirim ke 8999 dan sms yang kamu terima langsung dari handphone saya, balas sang operator.
Hallo de....

Hallo kak....

Merekapun bertelepon ria hingga pagi, hingga adzan subuh berkumandang, bahkan jika perlu hingga di lapangan dekat rumah terdengar suara musik yang mengiringi ibu-ibu RT 03 RW 07 melakukan senam pagi. Saat telpon-telponan itu, hampir segala hal mereka bahas, mulai dari kuliner, film bioskop hingga soal hutang luar negeri Indonesia.

Mungkin diantara pembaca ada yang bertanya-tanya dalam hati, ini perempuan menganggur atau bagaimana sih? Karena selalu bisa saat diajak bertemu & punya hobi mengobrol lewat telepon seharian, apa namanya jika bukan pengangguran?
Jawabannya adalah karena memang perempuan ini sedang memiliki urusan yang tidak memungkinkan dia untuk bekerja, dan kebetulan dia mendapat kebijakan dari perusahaannya hingga urusannya selesai & hingga dia bisa bekerja kembali.

Cowok Bekasi ini merasa senang bisa mengenal, bahkan bisa dekat dengan seorang perempuan, yang tidak cuma cantik, tapi juga mandiri dan  bernyali, hingga berani berani untuk memarahinya saat si cowok ini melakukan kesalahan.
Iya, perempuan ini berbeda dengan cewek-cewek yang pernah dia kenal sebelumnya, yang jika cowok ini melakukan kesalahan, hanya bisa diam seribu bahasa, tanpa berani menegur.
Tapi, perempuan yang satu ini berbeda, saat cowok ini melakukan kesalahan, bukan hanya ditegur lagi, tapi sudah mengancam untuk pergi.  Berpacaran juga belum, tapi sudah mengancam untuk pergi, ini bagaimana ceritanya?
Semua kini berbalik, biasanya si cowok yang semena-mena mengancam untuk meninggalkan perempuan yang dekat dengan dia, tapi sekarang justru dia yang diancam ditinggalkan #rispek

Di satu sisi, dia ingin lebih dekat dengan perempuan ini, tapi di sisi lain dia juga takut, takut dengan kelanjutan hubungan mereka, apalagi jika bukan karena perbedaan keyakinan yang mereka miliki & kalaupun nanti sudah dijalani, ujungnya bagaimana? Seperti apa?

"Yaelah mas bro, jangan ke GR- an dulu, okelah itu cwe memang baek & seneng telponan sama elu, tapi belom tentu dia mau sama elu & belom tentu dia mau ngelanjutin hubungan yang lebih serius sama elu, jadi elu gausah sok-sokan galau ga jelas, sok-sokan mikir kelanjutan hubungannya nanti gimana" Ucap hati kecilnya.
Iya hati kecilnya, karena hati besarnya sedang mudik ke Brunei.

Ucapan sang hati kecil memang ada benarnya, kenapa juga dia harus memikirkan hal yang belum jelas & belum pasti? Karena lebih baik dia memikirkan bagaimana cara untuk menarik hati sang perempuan dulu & jika sudah berhasil, silakan galau.

Seharusnya dia tidak usah memikirkan soal keyakinan dahulu, karena yakin atau tidak yakin itu urusan masing-masing, kalau memang tidak berjodoh, mau bagaimanapun juga tetap tidak akan berjodoh, tapi kalau memang berjodoh, halangan sebesar apapun tidak akan bisa menghalangi kuatnya cinta mereka.
Begitulah kira-kira pemikiran si cowok, lumayanlah buat menghibur hatinya sedikit.

Jika kemarin mereka bertemu 3 kali dalam seminggu, minggu berikutnya mereka tidak bertemu sama sekali, karena kebetulan si cowok ini ada pekerjaan di luar kota & si perempuan juga harus bolak-balik ke kantornya masalah pekerjaan dia.

Kangen, ingin bertemu lagi, tapi mau tidak mau harus ditahan dulu, karena ini masalah pekerjaan, tidak bisa diremehkan, menyangkut soal uang, jadi kalau tidak bekerja ya tidak dapat uang, dan kalau tidak punya uang, maka tidak bisa membayar biaya persalinan bayi mereka nanti.

Ah elah, kalo ngimpi gausah ketinggian lu boi !

Bersambung





Komentar

  1. Kan ada BPJS boi..
    (Biaya Persalinan Jadi Sedikit)

    BalasHapus
  2. Selanjutnya gaboleh part 13 ya, karena itu angka sial!

    BalasHapus
  3. Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
    Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
    Yang Ada :
    TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
    Sekedar Nonton Bola ,
    Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
    Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
    Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
    Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
    Website Online 24Jam/Setiap Hariny

    BalasHapus
  4. 365SBOBET Situs Agen Resmi SBOBET , Agen Bola Terpercaya di Indonesia

    365SBOBET adalah Agen Sbobet Terpercaya Indonesia, Situs Agen Bola Resmi Online Casino Terbaik Official Partner kami adalah Barcelona dan Liverpool.

    http://104.161.33.124

    Buruan Daftarkan DIri anda di 365SBOBET & menangkan Ratusan Juta Rupiah Setiap Harinya!!!
    Bonus Pendaftaran Member Baru 20% Maksimal s/d 1 Juta Rupiah
    Bonus Next deposit 5%
    Bonus Rollingan 0.5%
    Bonus Cashback 5%
    Dengan Minimal deposit untuk mendapatkan Bonus Hanya 50 ribu

    Deposit hanya Rp. 25.000

    Whatsapp : 0823.6134.6235

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan itu (tidak selalu) indah. Part 14

Perbedaan itu (tidak selalu) indah. Part 13

Perbedaan itu (tidak selalu) indah part 15