Perbedaan itu (tidak selalu) indah (4)
part 4.
Di kejauhan, terlihat seorang perempuan sedang mengobrol dengan seorang cowok, perempuan itu duduk manis di sebuah kedai kopi yang terlihat mewah, yang berisi orang-orang yang kelihatan berduit.
Perempuan yang giginya terlihat putih & rapih karena sehabis dari dokter gigi itu, duduk dengan segelas kopi di depannya, yang penulis yakin isinya bukan top coffee.
Ngapain sih kak kamu lari-lari, sampe keringetan gitu? Sini, duduk sini. Mau pesen apa? Tanya si perempuan pada cowok di depannya.
Ya aku lari buru-buru, kan ngga enak kalo kamu nunggu lama, jawab si cowok.
Cowok yang diajak ngobrol itu, seorang cowok tambun dengan rambut sebahu, agak berantakan, dengan badan berkeringat karena habis berlari-larian dari parkiran motor.
Si cowok tambun ini, biarpun sudah berlari, tapi tidak bisa cepat sampai, bisa dilihat dari perutnya, agak maju karena kebanyakan makan mie instan dan gorengan.
Sebentar, cowok tambun itu maksudnya gimana? Cowok yang asalnya dari tambun, atau cowok yang badannya tambun? Atau gimana? tanya pembaca dalam hati.
Bodo amat ! Elu semua kaga usah protes, baca ya baca aja, jangan banyak nanya, biarpun cuma dalam hati ! Kata si penulis, juga dalam hati.
Setelah duduk, karena merasa agak gerah, cowok ini melepas jaketnya, sambil melihat-lihat buku menu. Di sebelah kiri, ada nama-nama minuman, yang dia baru tahu kalau ada minuman dengan nama itu, tapi yang pasti harganya 5 kali lipat dari harga di warung kopi dekat rumahnya.
Udah mahal, gada indomi, gada gorengan, gada cabe rawit, menang adem doang tapi kaki ga boleh naek korsi. Payah ! Umpat si cowok dalam hati.
Saat si cowok itu lagi bingung hendak memesan apa, si perempuan bilang: Kak, jaketnya gausah dilepas, mendingan dipake aja.
Si cowok menurut, karena dia cukup tahu diri.
Cowok ini, saat membuka jaketnya, terlihat bila kaosnya agak basah terkena keringat, kemudian saat dia melepas jaket, tercium aroma tidak sedap di sekitarnya, yang bisa tercium hingga jarak 8 meter dari posisi dia duduk.
Kebiasaan begadang & minum kopi susu sachetan sehari tiga kali, serta malas memakai minyak wangi & deodoran, membuat aroma tidak sedap dari cowok ini makin bertambah kuat, sekuat macan.
Kak, kamu bau banget sih? bawa baju lagi ngga? Tanya si perempuan, yang giginya terlihat lebih putih dibandingkan saat mereka bertemu pertama kali di Rawa Belong itu.
Yaaaah, ngga bawa lagi, aku cuma bawa satu, yang aku pake ini aja. Jawab si cowok, dengan bersalah.
Yaudah, abis dari sini kita beli baju ya, aku yang beliin, sekalian celana kamu tuh, udah dekil banget, warnanya juga aneh, mana pahanya sobek gitu !
Nih pake parfum aku dulu, biar baunya agak mendingan, ucap si perempuan sambil menyodorkan sebotol parfum.
Si cowok, biarpun baru sekali melihat botol parfum itu & baru sekali mencium baunya, tapi dia tahu jika itu parfum mahal, bukan parfum isi ulang yang dijual depan pasar & tokonya dihiasi lampu warna-warni itu.
Info aja untuk pembaca, bahwa cowok ini cuma punya 1 celana panjang jins yang dia pakai selama hampir 2 tahun. Celana jins dengan merk plesetan dari Levi's yang dia beli seharga 125 ribu di pasar dekat rumahnya itu, yang awalnya berwarna hitam, tapi sudah berubah jadi abu-abu monyet.
Dan celana ini adalah celana yang sama, yang dia pakai saat bertemu dengan si perempuan untuk pertama kali, yang sobek bagian pahanya & ada tambalan kain di dekat bagian selangkangan.
Iya, itu celana yang basah terkena hujan & cipratan lumpur itu. Ada ceritanya di part 1, bisa dibaca-baca, ada linknya:
http://abintangtimur.blogspot.co.id/2017/10/perbedaan-itu-tidak-indah-part-1.html
Saat si perempuan ini hendak membelikan baju baru, si cowok justru bingung, dia tidak tahu harus senang atau sedih. Sedih karena bertemu perempuan cantik tapi penampilan dia seadanya, senang karena perempuan yang dia temui tidak langsung minggat, tapi justru santai & berniat membelikan baju baru.
Bingung kan?
Oh tidak? Baiklah, mari kita lanjutkan lagi.
Selepas dari kedai kopi mahal itu, mereka berniat untuk menonton bioskop, karena si cowok menolak untuk dibelikan baju baru. Kenapa? Karena cowok ini menduga kalau itu adalah akal-akalan si perempuan saja, agar bisa menikmati keindahan tubuhnya.
JANGAN TAWA LU PADA !!!
Karena waktu pemutaran filmnya masih agak lama, mereka makan dulu di sebuah restoran ayam. Sebagai seorang pria sejati, cowok itu yang membayar tagihannya, jadi saat si perempuan bayar ke kasir & ada kekurangan, cowok ini yang menambah kekurangannya.
Si perempuan memesan paket ayam yang agak besar, karena dia tahu kalau cowok di depannya ini doyan makan. Dia mengambil saos, ditaruh piring, yang dia bentuk mirip bentuk bintang.
Si cowok juga tidak mau kalah begitu saja, dia juga mengambil saos, ditaruh piring juga & dibentuk jadi bentuk hati. Cieee sosuite..
Sambil makan, mereka tertawa dan saling menggoda, sepertinya cinta mulai bersemi di hati mereka berdua. Dasar alay !
Sehabis makan, merekapun jalan berdua menuju bioskop, mereka jalan beriringan & terlihat agak 'jengjot' karena yang perempuan lebih tinggi.
Saat sedang berjalan beriringan itu, dengan yakin si cowok mencoba untuk meraih tangan si perempuan & berniat menggandengnya, tapi langsung ditepis sama si perempuan.
WADUH....
Si perempuan tiba-tiba menghentikan langkahnya, dengan mata melotot & nada bicara yang agak tinggi, dia bertanya:
Maksud kamu apa kak?
Si cowok kaget & pucat.
Lah, perasaan tadi udah mesra-mesraan deh, udah ketawa-ketawa juga, dan kaya'nya udah ada kode dari si perempuan, masa iya mau pegang tangannya aja ngga boleh? Si cowok bingung & tidak tahu harus menjawab apa.
Bersambung..
Di kejauhan, terlihat seorang perempuan sedang mengobrol dengan seorang cowok, perempuan itu duduk manis di sebuah kedai kopi yang terlihat mewah, yang berisi orang-orang yang kelihatan berduit.
Perempuan yang giginya terlihat putih & rapih karena sehabis dari dokter gigi itu, duduk dengan segelas kopi di depannya, yang penulis yakin isinya bukan top coffee.
Ngapain sih kak kamu lari-lari, sampe keringetan gitu? Sini, duduk sini. Mau pesen apa? Tanya si perempuan pada cowok di depannya.
Ya aku lari buru-buru, kan ngga enak kalo kamu nunggu lama, jawab si cowok.
Cowok yang diajak ngobrol itu, seorang cowok tambun dengan rambut sebahu, agak berantakan, dengan badan berkeringat karena habis berlari-larian dari parkiran motor.
Si cowok tambun ini, biarpun sudah berlari, tapi tidak bisa cepat sampai, bisa dilihat dari perutnya, agak maju karena kebanyakan makan mie instan dan gorengan.
Sebentar, cowok tambun itu maksudnya gimana? Cowok yang asalnya dari tambun, atau cowok yang badannya tambun? Atau gimana? tanya pembaca dalam hati.
Bodo amat ! Elu semua kaga usah protes, baca ya baca aja, jangan banyak nanya, biarpun cuma dalam hati ! Kata si penulis, juga dalam hati.
Setelah duduk, karena merasa agak gerah, cowok ini melepas jaketnya, sambil melihat-lihat buku menu. Di sebelah kiri, ada nama-nama minuman, yang dia baru tahu kalau ada minuman dengan nama itu, tapi yang pasti harganya 5 kali lipat dari harga di warung kopi dekat rumahnya.
Udah mahal, gada indomi, gada gorengan, gada cabe rawit, menang adem doang tapi kaki ga boleh naek korsi. Payah ! Umpat si cowok dalam hati.
Saat si cowok itu lagi bingung hendak memesan apa, si perempuan bilang: Kak, jaketnya gausah dilepas, mendingan dipake aja.
Si cowok menurut, karena dia cukup tahu diri.
Cowok ini, saat membuka jaketnya, terlihat bila kaosnya agak basah terkena keringat, kemudian saat dia melepas jaket, tercium aroma tidak sedap di sekitarnya, yang bisa tercium hingga jarak 8 meter dari posisi dia duduk.
Kebiasaan begadang & minum kopi susu sachetan sehari tiga kali, serta malas memakai minyak wangi & deodoran, membuat aroma tidak sedap dari cowok ini makin bertambah kuat, sekuat macan.
Kak, kamu bau banget sih? bawa baju lagi ngga? Tanya si perempuan, yang giginya terlihat lebih putih dibandingkan saat mereka bertemu pertama kali di Rawa Belong itu.
Yaaaah, ngga bawa lagi, aku cuma bawa satu, yang aku pake ini aja. Jawab si cowok, dengan bersalah.
Yaudah, abis dari sini kita beli baju ya, aku yang beliin, sekalian celana kamu tuh, udah dekil banget, warnanya juga aneh, mana pahanya sobek gitu !
Nih pake parfum aku dulu, biar baunya agak mendingan, ucap si perempuan sambil menyodorkan sebotol parfum.
Si cowok, biarpun baru sekali melihat botol parfum itu & baru sekali mencium baunya, tapi dia tahu jika itu parfum mahal, bukan parfum isi ulang yang dijual depan pasar & tokonya dihiasi lampu warna-warni itu.
Info aja untuk pembaca, bahwa cowok ini cuma punya 1 celana panjang jins yang dia pakai selama hampir 2 tahun. Celana jins dengan merk plesetan dari Levi's yang dia beli seharga 125 ribu di pasar dekat rumahnya itu, yang awalnya berwarna hitam, tapi sudah berubah jadi abu-abu monyet.
Dan celana ini adalah celana yang sama, yang dia pakai saat bertemu dengan si perempuan untuk pertama kali, yang sobek bagian pahanya & ada tambalan kain di dekat bagian selangkangan.
Iya, itu celana yang basah terkena hujan & cipratan lumpur itu. Ada ceritanya di part 1, bisa dibaca-baca, ada linknya:
http://abintangtimur.blogspot.co.id/2017/10/perbedaan-itu-tidak-indah-part-1.html
Kenapa tidak beli lagi? Kok beli motor cash bisa, tapi beli celana baru tidak bisa? Nah, yang si cowok beli motor cash itu, ada di part 3, ini linknya:
http://abintangtimur.blogspot.co.id/2017/10/perbedaan-itu-tidak-selalu-indah-3.html
http://abintangtimur.blogspot.co.id/2017/10/perbedaan-itu-tidak-selalu-indah-3.html
Saat si perempuan ini hendak membelikan baju baru, si cowok justru bingung, dia tidak tahu harus senang atau sedih. Sedih karena bertemu perempuan cantik tapi penampilan dia seadanya, senang karena perempuan yang dia temui tidak langsung minggat, tapi justru santai & berniat membelikan baju baru.
Bingung kan?
Oh tidak? Baiklah, mari kita lanjutkan lagi.
Selepas dari kedai kopi mahal itu, mereka berniat untuk menonton bioskop, karena si cowok menolak untuk dibelikan baju baru. Kenapa? Karena cowok ini menduga kalau itu adalah akal-akalan si perempuan saja, agar bisa menikmati keindahan tubuhnya.
JANGAN TAWA LU PADA !!!
Karena waktu pemutaran filmnya masih agak lama, mereka makan dulu di sebuah restoran ayam. Sebagai seorang pria sejati, cowok itu yang membayar tagihannya, jadi saat si perempuan bayar ke kasir & ada kekurangan, cowok ini yang menambah kekurangannya.
Si perempuan memesan paket ayam yang agak besar, karena dia tahu kalau cowok di depannya ini doyan makan. Dia mengambil saos, ditaruh piring, yang dia bentuk mirip bentuk bintang.
Si cowok juga tidak mau kalah begitu saja, dia juga mengambil saos, ditaruh piring juga & dibentuk jadi bentuk hati. Cieee sosuite..
Sambil makan, mereka tertawa dan saling menggoda, sepertinya cinta mulai bersemi di hati mereka berdua. Dasar alay !
Sehabis makan, merekapun jalan berdua menuju bioskop, mereka jalan beriringan & terlihat agak 'jengjot' karena yang perempuan lebih tinggi.
Saat sedang berjalan beriringan itu, dengan yakin si cowok mencoba untuk meraih tangan si perempuan & berniat menggandengnya, tapi langsung ditepis sama si perempuan.
WADUH....
Si perempuan tiba-tiba menghentikan langkahnya, dengan mata melotot & nada bicara yang agak tinggi, dia bertanya:
Maksud kamu apa kak?
Si cowok kaget & pucat.
Lah, perasaan tadi udah mesra-mesraan deh, udah ketawa-ketawa juga, dan kaya'nya udah ada kode dari si perempuan, masa iya mau pegang tangannya aja ngga boleh? Si cowok bingung & tidak tahu harus menjawab apa.
Bersambung..
Jadi pas sampe, perempuannya lagi ngobrol sama cowo laen apa nggak sih? Aneh nih penulisnya, nggak nyambung!
BalasHapusgak ngobrol sama cowok lain, itu di tempat ngopi yg lain wkk.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusGw sih tau alasan pastinya knpa lu ga mau dibeliin baju tang, karena bingung mau dikemanain baju bekasnya
BalasHapusSecara baju baru kn langsung dipake sdgkan cm yg beli dan bawa baju baru aja yg dikasih plastik sm kasirnya, kalo beli baju baru tp yg di bawa baju bekas kan ga dpt plastik.. Hehe