Perbedaan itu (tidak selalu) indah (2)

Part 2.

(Supaya tidak bingung, bisa dibaca dulu part 1 nya)

Dini hari itu, seorang cowok yang hatinya terluka setelah dibohongi perempuan untuk kesekian kalinya, ditemani segelas kopi susu sachetan yang kebanyakan air, terlihat duduk sendirian di depan televisi yang remotenya hilang entah kemana, dia tidak tidur tapi sibuk bermain handphone, membuka aplikasi twitter, mengecek mention masuk sambil melihat-lihat, siapa tahu dari sekian ribu followernya, ada perempuan yang bisa dikibuli, atau 'dimodusin' jika meminjam istilah anak jaman sekarang, apalagi jika perempuan follower tadi tinggal di kos-kosan campur atau rumahnya sering kosong. Mantap !

Iya, cowok ini kalau berniat mendekati perempuan yang tidak untuk diseriusi sering berhasil, tapi jika mendekati perempuan yang sungguh-sungguh dia suka, hampir selalu gagal, entah kenapa, susah sekali. Sepertinya beliau kena karma.
Yaelah... ((( beliau )))

Nah, saat sedang asyik mencari 'korban' di twitter, tiba-tiba ada pesan WhatsApp masuk ke handphonenya.
Siapa sih pagi-pagi ngewasap? Gangguin orang lagi modus aja !

Begitulah kira-kira ucapan si cowok sambil mengumpat.

Nah, biasanya dia jika mengumpat, spontan menyebut alat kelamin pria, tapi dia tahu kalau itu tidak sopan, takutnya para pembaca jadi pada mau.

Saat pesannya dibuka, percaya tidak percaya, ternyata itu adalah pesan dari perempuan yang dia temui tadi, yang dia kira akan menghilang dan tidak akan pernah menghubungi dia lagi.

Kak, kamu udah tidur ya? maaf tadi aku ketiduran...

Tanpa menunggu lama, itu cowok langsung membalas

Belom kok de, aku sengaja ga tidur, soalnya aku lagi nungguin kamu bangun !

Jiaaah !

Mungkin diantara pembaca ada yang bilang gombal, monyet, bajingan atau apalah yang sejenisnya, tidak apa-apa, itu normal kok, tapi kalau memang tidak ada, ya lupakan aja, namanya juga manusia, pasti pernah khilaf.

Setelah sedikit berbasa-basi, si cowok langsung menelepon. Eh, tidak langsung sih, tapi daftar paket telepon lebih dahulu, agar lebih murah, karena kalau tidak daftar paket, saat sinyal jelek dan teleponannya mati, bayarnya jadi lebih mahal.

Dan benar saja, saat teleponnya diangkat, suara si perempuan di ujung sana terdenger malas-malas manja, seperti orang baru bangun tidur
- Hallo de..

+Hallo kak..

Akhirnya merekapun ngobrol lagi.

Jadi saat tadi bertemu, perempuan ini datang bersama 2 temannya, naik mobil dia tapi temannya yang menyetir, karena dia tidak bisa menyetir mobil.
Nah, dari tempat pertemuan tadi, 2 temannya itu langsung pulang ke rumahnya masing-masing, jadi dia  minta tolong bapaknya untuk datang menjemput dia & mengambil mobil untuk dibawa pulang ke rumahnya.

Selamat malam pak, saya Bintang

Ucap si cowok gempal ini sok akrab pada ayah si perempuan, saat ia sudah datang menjemput, dan sang ayah pun membalas dengan ramah
Selamat malam juga Bintang.

Bapaknya ini, kelihatan adalah sosok pekerja keras, yang biarpun wajahnya terlihat capek setelah bekerja seharian, tapi enggan menunjukkan itu di depan anaknya & di depan orang lain.
Setelah berpamitan & bersalaman, kemudian si perempuan ini pulang bersama bapaknya, dan si cowok tetap di situ, karena dia berniat nongkrong dengan teman-temannya hingga pagi.

*Yuk kita kembali lagi ke adegan telponan*

"Oya kak, tadi papaku nanyain kamu." ujar si perempuan di telepon.
"Trus, kamu jawab apa?" tanya si cowok ingin tahu.

"Aku jawab itu kak Bintang, pah, Aku Emang janjian ketemu sama dia, kebetulan dia juga ada latian stand up comedy di situ. Tadi kak Bintang sempet ngobrol juga kok sama Bella & Biyan juga, sebelum mereka pulang."

"Trus papa kamu bilang apa?" Si cowok bertanya lagi.
"Papaku cuma bilang 'Oh'."
"Hah, oh doang?" ucap si cowok agak kecewa. Yaelah, kenapa cuma OH doang sih? Kan harusnya nanya hal yang laen juga, nanya dong, si Bintang pernah masuk tipi ngga? pernah maen pelem ngga? Atau apa gitu. Si cowok hanya bisa membatin.

Dan karena saking kesalnya, itu cowok buru-buru jalan ke dapur, menyalakan kompor lalu masak mie instan, tidak lupa telurnya 2 butir, agar emosinya berkurang.

Dia memang begitu jika sedang emosi, tiba-tiba suka merasa lapar, kalau tidak ada mie instan, biasanya dia masak nasi, dengan telur ceplok mata sapi & kecap. Tolong dimaklumi, namanya juga emosi..

Dan saat mereka bertelepon ria, tidak tahu sedang mengobrol apa, tiba-tiba jadi membahas rencana untuk pertemuan mereka berikutnya.

Hah, serius de ini mau ketemuan lagi? Tanya si cowok setengah tidak percaya, dan setengahnya lagi tidak percaya sama sekali.

Iya kak, soalnya lusa aku mau ke dokter gigi di daerah Kemang, kalo kamu mau, kita ketemuan aja di daerah sana, jawab si perempuan.

Aku mau, aku bisa kok, kebetulan emang lusa aku libur. Sebenernya sih bukan libur, tapi emang aku lagi gada kerjaan aja, jawab si cowok.

Tempat yang disepakati untuk pertemuan mereka berikutnya adalah sebuah pusat perbelanjaan di daerah Kemang Jakarta Selatan yang tempat parkir motornya jauh dari gedungnya, sekitar 2 hari jalan kaki.

Saat hari H, si cowok bertanya untuk memastikan tentang pertemuan mereka nanti, karena kalau memang tidak jelas, lebih baik dia di rumah, menggoda ibu RT.

De, nanti kita ketemu jam berapa? Dimananya? tanya si cowok untuk memastikan sambil berjarap-harap cemas.

Langsung ketemu di sana aja kak, aku bentar lagi jalan, janjian sama dokternya jam 1, palingan selesai jam 2 an.
Oya, kamu naek apa kak? Tanya si perempuan lagi

Aku naek motor, aku juga jalan sekarang deh, paling sampe sana jam 3 an, gapapa kan? Tanya  si cowok lagi.

Oh kamu naek motor? Yaudah kak, ati-ati ya. Gapapa kok jam 3, pokoknya kalo aku udah selesai di dokternya, aku langsung jalan, sampai ketemu di sana,

Iya, sampai ketemu nanti ya...

Ciyeeee.... janjian ni yeee.... Ciyeeee

Menjelang jam 3 siang, si cowok hampir sampai di tempat yang sudah disepakati, tapi dia tidak langsung ke sana, dia berhenti dulu di pom bensin dekat situ, untuk mengisi bensin sekaligus mengisi perut, karena kebetulan di pom bensin ada mini marketnya, bisa beli mie instan yang tinggal diseduh aer panas, di situ juga.

Kok makan mulu sih? Lho kenapa emang kalo makan? Kalian tinggal baca & gw yang nulis, ya bebas dong !
Gw kasitau ya, itu cowok naek motor 2 jam dari Bekasi, trus lu kira kaga cape? kaga laper? Macet juga, soalnya di kalimalang lagi ada proyek pembangunan tol becakkayu.
Kalian baca ya baca aja, jangan pada protes !

*Balik ke cerita*

Aku di pom bengsin deket TKP nih de, kamu udah selesai belom? Apa malahan udah sampe? Si cowok mengirim pesan WhatsaApp sambil menyedot mie, dan gara-gara terlalu semangat menyedot, kedua matanya terciprat air seduhan mie. Perih :(

Sekitar 1 jam kemudian, si cowok kembali mengirim pesan WhatsApp lagi: Hei, aku lagi di minimarket nih, kamu mau nitip apa?
Pesannya terkirim, tapi belum mendapat balasan.
Kemudian si cowok ini coba untuk menelepon, terdengar nada sambung, tapi tidak diangkat.

Oh mungkin masih di jalan, ucap si cowok dalam hati, sambil tetap menyedot mie, tapi kali ini mie instan dari mangkok yang kedua.
Karena dia tidak mau matanya terciprat lagi, dia nyeruputnya lebih hati-hati dan untungnya berhasil, karena sekarang air seduhan mie cuma kena mata yang kiri.

Setelah penantian beberapa lama, lebih tepatnya penantian yang menghabiskan 2 cup mie instan, 1 mogu-mogu rasa kelapa & 2 minuman kacang hijau kemasan, si cowok mulai resah.

Dia resah karena mbak-mbak penjaga mini marketnya tak henti-henti memperhatikan dia dengan penuh curiga sambil berbisik-bisik ke sekuriti, sudah lama di situ tapi si cowok belom minggat juga.

Saat itu, waktu menunjukkan pukul 5 sore, berarti sudah lewat 2 jam dari waktu perjanjian & si perempuan itu tidak ada kabarnya sama sekali.

Di tengah keputus-asaan, si cowok mencoba untuk mengirim pesan lagi:
Hei, kamu di mana de? Masih lama ngga? Kalo masih lama, aku kesitu aja sekalian jemput kamu, trus kita barngan kesananya.
Kali ini pesannya tidak terkirim.
Kemudian si cowok mencoba untuk menelepon, dan benar saja, handphone si perempuan tidak aktif, dan ditelepon berkali-kali pun hasilnya sama saja, tetap tidak bisa.

MANTAP !!

Pantesan, tadi pas mau berangkat, perasaan gw ngga enak, ternyata ini, untuk kesekian kalinya gw harus kecewa lagi.

Apa karena gw cuma naek motor trus dia gamau ketemu lagi ya? Apa karena gw beda agama, trus dia boongin gw ya?
Kalo emang dia ngga suka sama gw, kenapa kemaren mau telponan lama-lama ya?
Dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain tentang perempuan itu di kepala si cowok.

Nasib dah nasib, kalo tau diboongin, mendingan gw di rumah aja dah godain bu erte & semoga ngga ketauan pak erwe, ucap si cowok dalam hati.

Bersambung....

Komentar

  1. gw mo komen nih bang tapi dikit aja, Lanjutin bang jadi penasaran nih, part 1 part 2 udah gw babat abis tinggal nunggu part 3 dan part part selanjutnya

    BalasHapus
  2. Godain Bu RT, kok pak RW yang dikhawatirkan? Ternyata Bu RT dan pak RW ada affair... Mengeriin

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan itu (tidak selalu) indah. Part 14

Perbedaan itu (tidak selalu) indah. Part 13

Perbedaan itu (tidak selalu) indah part 15