Kaos band underground
“Woi Bintang, pa kabar lu?” Sontak akupun menengok ke arah suara tersebut. “Sombong lu sekarang, mentang-mentang udah masuk tipi. Lupa lu sama gue?” Ucapnya lagi. Terlihat seorang lelaki sok akrab, berkaos hitam lengan panjang, yang biarpun aku tidak bisa membaca tulisan di kaosnya, tapi kuyakin itu adalah nama sebuah band underground. Saat itu dia baru saja masuk ke sebuah minimarket dan aku kebetulan sedang membayar belanjaan di kasir. Setelah transaksi selesai, dengan raut muka yang tidak bersahabat, aku langsung menuju pintu keluar tanpa berkata sepatah katapun. “Lupa lu sama gue?” Kalimat sapaan dari dia ini begitu terngiang-ngiang di kepalaku. Aku memang sudah lupa, bahkan tidak ingat kapan terakhir kali bertemu dia, tapi karena pertemuan sialan tadi, mau tidak mau aku jadi teringat kisahku beberapa belas tahun silam. Ya, beberapa belas tahun silam, saat aku menyukai seorang perempuan. Perempuan yang kusuka ini, sepertinya juga menyukaiku, terliha...