Perbedaan itu (tidak selalu) indah. (11)
part 11. Setelah selesai makan ayam beberapa potong, mereka beranjak menuju penjual gultik (gulai tikungan) yang memang banyak & berjejer di sekitar situ. Tempatnya tidak terlalu jauh, tinggal menyeberang saja karena jaraknya cuma 10-20 meter saja dari tempat mereka yang sekarang. Memang hanya menyeberang, tetapi justru hal itu yang susah, karena jika malam minggu, banyak mobil-motor yang lalu lalang. Agak macet juga, jika Tanah Abang macet gara-gara pejalan kaki, nah daerah ini macetnya gara-gara kendaraan yang parkir sembarangan. Di antara belasan, atau mungkin puluhan penjual gultik yang ada di situ, si cowok memilih untuk membeli di abang-abang yang berseragam, yang tidak tahu kenapa tempatnya agak beda sendiri dengan penjual gultik yang lain. Si cowok memesan gultik & terjadilah pembicaraan antara dia dengan abang-abang berseragam tadi, dan agar pembaca lebih mudah untuk membacanya, si cowok ini diwakili oleh huruf 'T' yang artinya Torres & si abang-aba...