Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Perbedaan itu (tidak selalu) indah. (11)

part 11. Setelah selesai makan ayam beberapa potong, mereka beranjak menuju penjual gultik (gulai tikungan) yang memang banyak & berjejer di sekitar situ. Tempatnya tidak terlalu jauh, tinggal menyeberang saja karena jaraknya cuma 10-20 meter saja dari tempat mereka yang sekarang. Memang hanya menyeberang, tetapi justru hal itu yang susah, karena jika malam minggu, banyak mobil-motor yang lalu lalang. Agak macet juga, jika Tanah Abang macet gara-gara pejalan kaki, nah daerah ini macetnya gara-gara kendaraan yang parkir sembarangan. Di antara belasan, atau mungkin puluhan penjual gultik yang ada di situ, si cowok memilih untuk membeli di abang-abang yang berseragam, yang tidak tahu kenapa tempatnya agak beda sendiri dengan penjual gultik yang lain. Si cowok memesan gultik & terjadilah pembicaraan antara dia dengan abang-abang berseragam tadi, dan agar pembaca lebih mudah untuk membacanya, si cowok ini diwakili oleh huruf 'T' yang artinya Torres & si abang-aba...

Perbedaan itu (tidak selalu) indah (10)

Part 10 Oh maaf... maaf, ucap si cwo, pas dia udah sadar dari lamunannya. Aku cuma chat sama cwe itu lewat line, tapi ngga inget dia siapa & ngga inget kenalnya lewat mana, belom pernah ketemuan juga, Lagian sekarang kan aku deketnya sama kamu, ga pernah aku hubungin lagi itu cwe-cwe ngga jelas, ga pernah aku bales-balesin chatnya, ucap si cwo lagi, dengan muka melas, berharap bisa dapet pengertian dari perempuan di sebelahnya ini. Si perempuan terlihat menghela nafas sambil membetulkan posisi duduknya, karena tadi saking emosinya, dia ga sengaja dudukin meja mbak-mbak sebelah. Setelah duduk di bangkunya lagi, dia bersiap-siap untuk ngomong ke si cwo, dan sepertinya omongan dia akan panjang, jadi para netizen, bersiaplah kalian ! Kak, kita kan baru kenal, abis ini kita gimana, arahnya kemana, cuma temen, atau lebih dari temen juga aku ngga tau. Jujur, aku seneng bisa kenal sama kamu, telponan lama & ketawa-ketawa, biarpun kamu ngga lucu-lucu amat, seperti yang temen-te...

Perbedaan itu (tidak selalu) indah. part 9

part 9. Kak, itu siapa kak? kok nyuruh-nyuruh maen ke kosan? Tanya si perempuan sekali lagi, tapi kini ditanya dengan nada yang lebih tinggi setengah oktaf, Do = F pada birama 4 per 4. Eeeeh... aduh, itu tuh si eeeeeh... itu, eh gimana ya ngomongnya, eeeeeh..... kenal sih, eeeeeh.... sama dia kenal, tapi  eeeeh.... tapi gimana ya, aduuh.... Karena kaget & gugup, si cwo yang dari lahir emang ngomongnya udah gagap, pas ditanyain kaya gitu, bukannya jawab, malah tambah gagap.... Ngomongnya kebanyakan ah-eh ah-eh... kaya sandiaga uno pas diwawancara soal program kerja, tapi lebih parah lagi. Si cwo sebenernya juga lupa, atau mungkin malah gatau siapa cwe yang ngirim line & ngajak ke kosan ini, kenal di mana dia ngga tau, pernah ketemu apa belom juga dia ngga tau, karena memang dia ga hafal satu persatu kontak-kontak cwe-cwe di hapenya dia. Bahkan saking pelupanya dia, pernah suatu kali ada mention masuk, dari seorang cwe ke akun twitter dia, tanpa nunggu lama, langsun...

Perbedaan itu (tidak selalu indah) part 8

part 8. Waktu itu hari jumat, si cowok tampan asal Bekasi ini sedang menelepon si perempuan jangkung,  biar pembaca mudah untuk membaca percakapannya, si cowok Bekasi ini diwakili dengan huruf 'T' yang berarti Tomboy & si perempuan jangkung ini diwakili huruf A, yang berarti aipon, merk handphone yang dia gunakan. T: Besok enak nih malem minggu de A: Gaenak kak, aku di rumah doang ! T: Kalo aku maen ke rumah boleh? A: Hmmm... kaya'nya jangan deh kak T: Kenapa emang? A: Yakan kita baru kenal T: Trus? A: Ntar mamaku nanya2, aku bingung jelasinnya T: Oh, iya juga sih. Kalo ketemu di luar, mau? A: Di mana? Jangan kemang lagi ya, gaenak T: Blok M gimana? A: Gamau, banyak alaynya ! Senayan gimana? T: Ok deh. Akhirnya mereka membuat untuk bertemu hari Sabtu & menonton bioskop di daerah Senayan. Jadi, saat pertemuan sebelumnya di Kemang , si cowok ini meninggalkan kesan yang tidak enak pada sang perempuan, dan agar tidak terulang kembali, ia mencoba untu...

Perbedaan itu (tidak selalu) indah. part 7

Part 7. Saat dalam perjalanan pulang menuju Bekasi, handphone si cowok bergetar, handphone buatan China yang dulu dia beli seharga 1,8 juta tapi sekarang harga barunya cuma beberapa ratus ribu & bisa diisi 3 kartu sim itu berbunyi. Biapun berbunyi, tapi dia tidak langsung membukanya, ya karena dia sedang mengendarai motor, nanti-nanti ajalah bukanya, takut ngga konsen, ucapnya dalam hati. Si cowok memang mengerti benar jika menggunakan handphone saat mengendarai motor itu berbahaya, karena selain bisa membahayakan diri sendiri, juga bisa membahayakan keselamatan orang lain. Gimana? Hebat kan juga pemikiran cowok ini ?  Ayo dong beri dia pujian di twitter, agar bisa diretweet, jangan sungkan-sungkan & jika memang tidak keberatan, sekalian kirim pulsa juga boleh. Tidak berapa lama, si cowok ini menghentikan motornya di pinggir jalan, di sekitar kalimalang Bekasi, istirahat, melepas lelah, membunyikan tangan, pinggang dan leher yang pegal setelah mengendarai motor selam...

Perbedaan itu (tidak) selalu indah. Part 6

Part 6. Merekapun naik motor berdua dari Kemang ke arah Jalan Panglima Polim di dekat Blok M, meliuk-liuk di antara mobil-mobil yang terjebak macet. Dan saat bertemu dengan jalanan yang agak kosong, si cowok memacu motornya lebih cepat, agar cepat sampai di tujuan, tanpa menggunakan rem, karena memang tidak pengaruh juga, tidak mendapatkan keuntungan apapun, karena antara dia dan si perempuan diganjal oleh tas. Jarak Kemang ke daerah Blok M tidak terlalu jauh, laju motorpun tidak bisa dibilang pelan, tapi ya tetap aja sampainya lama, diselingi acara tersasar lebih dahulu, karena si cowok Bekasi ini memang kurang mengerti jalan-jalan Jakarta, dan biasanya jika dia bepergian, selalu mengandalkan google maps, itupun jika aplikasi Google maps di handphonenya dia tidak kacau, sebab jika kacau, dia mengandalkan Google translate. Setelah agak lama berputar-putar, sampailah mereka di tujuan, di tempat makan milik teman si perempuan tadi. Tempatnya di pinggir jalan tapi jalanan komplek, b...